Karena Tikus, Misteri Manusia Hobbit Semakin Terang

Karena Tikus, Misteri Manusia Hobbit Semakin Terang

Kalengdrum.com , Homo floresiensis yang juga dijuluki “The Hobbit” masih menjadi misteri di dunia ilmiah. Namun, sekarang para peneliti mulai menemukan satu titik terang mengenai manusia kerdil tersebut.

Gua batu kapur di Liang Bua, Flores yang dikenal sebagai tempat tinggal Homo Floresiensis juga ternyata merupakan rumah bagi para tikus. Hewan pengerat ini dapat membantu menunjukkan bagaimana kehidupan manusia Hobbit di masa lalu.

“Pertama kali saya pergi ke situs tersebut, saya melihat banyak sekali tulang belulang di tanah dan hampir semuanya adalah tulang tikus,” kata Matthew Tocheri, peneliti dari Lakehead University.

Ketika H. floresiensis pertama kali ditemukan, para arkeolog sempat kaget dengan otaknya yang kecil serta sifat primitifnya yang aneh. Hal tersebut memicu perdebatan dimana H. Floresiensis akan ditempatkan dalam pohon keluarga manusia.

Karena Tikus, Misteri Manusia Hobit Semakin Terang

Saat para peneliti mencari petunjuk mengenai misteri ini, lingkungan Hobbit mulai menjadi fokus. Para peneliti juga menemukan banyak tikus yang hidup di gua Liang Bua. Malah, hampir 80% tulang yang ada di gua merupakan tulang tikus.

Dari semua spesies di Bumi, tikus merupakan kelompok mamalia yang paling beragam dan dapat membantu menyampaikan informasi mengenai teknologi dan lingkungan setempat.

Dalam kasus di Gua Liang Bua, tikus telah bertahan hidup disana ribuan tahun lebih lama daripada Hobbit atau hewan lainnya.

Tocheri dan Elizabeth Veatch, mahasiswa S2 Emory University, pun mengukur lebih dari 12.000 tulang tikus dan mengelompokkannya dalam kelas ukuran melalui urutan stratigrafi. Para peneliti juga mengukur spesies tikus yang masih bertahan hidup di gua hingga sekarang.

Menariknya, ukuran tikus ini bisa sebesar anjing kecil.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan dalam lingkungan disekitar gua yang memicu adanya perpindahan ke wilayah terbuka. Pergeseran ini juga mempengaruhi Hobbit, spesies besar lain seperti Stegodon, bangau dan komodo.

Para peneliti juga menyebut jika terdapat kemungkinan Homo floresiensis sudah pernah melakukan kontak dengan manusia modern (Homo Sapiens) yang telah tiba di pulau itu sekitar 46.000 tahun yang lalu.

Kini para peneliti masih berusaha untuk menganalisis temuan-temuan tersebut. Kalau beruntung, mereka akan bisa menemukan lebih banyak bukti lain yang dapat menyempurnakan cerita mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada hari-hari terakhir kerabat manusia ini.

Temuan ini telah dipublikasikan dalam Journal of Human Evolution.

 

 

Author: adminong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *