5 Kota Terbasah di Dunia

5 Kota Terbasah di Dunia

Kalengdrum –  Sejauh ini, Bumi masih diketahui sebagai satu-satunya planet dimana air bisa hadir dalam bentuk cair di permukaan, dan berperan sangat penting untuk semua bentuk kehidupan.

Air tidak lepas dari hujan, yang merupakan bagian dari siklus alamiahnya, atau biasa dikenal dengan nama siklus hidrologi, dimana bertanggung jawab sebagai penyimpan sebagian besar air tawar di Bumi.

Siklus hidrologi menggambarkan pergerakan air terus menerus di atas dan di bawah permukaan Bumi. Demikian sebagaimana dikutip dari Ourprint.com pada Sabtu (19/1/2019).

Massa air di Bumi tetap cukup konstan dari waktu ke waktu. Tetapi partisi air sebagai deposit utama es, air tawar, air asin dan air atmosfer bervariasi, tergantung apda berbagai variabel iklim.

Air bergerak dari satu tampungan ke tampungan lainnya, seperti dari sungai ke laut, atau dari laut ke atmosfer yang membentuk hujan. Melalui proses fisik penguapan, kondensasi, presipitasi, infiltrasi, limpasan dan aliran bawah permukaan.

Meskipun terjadi di seluruh dunia, namun ada beberapa wilayah yang memiliki curah hujan sangat tinggi. Sehingga menjadikanya sebagai bagian dari segelintir kecil area terbasah di Bumi.

Dimana saja lokasi paling basah berada? Baca selengkapnya di bawah ini, mulai dari yang terendah hingga tertinggi.

5 Kota Terbasah Di Dunia

5 Kota Terbasah di Dunia

  • China, Privinsi Sichuan, Gunung Emei

Berada di wilayah pedalaman China, Gunung Emei dikenal sebagai titik sejuk dalam peta empat gunung suci bagi umat Buddha TIongkok, karena memiliki curah hujan rata-rata lebih dari 8.100 milimeter.

Di puncaknya, hujan diketahui turun hampir sepanjang tahun, dimana rata-rata terjadi selama 255 hari, Periode waktu paling basah disini adalah aantara Juni hingga September, akibat pengaruh angin dari Pasifik.

  • Hawaii, Maui, Pu’u Kukui

Memiliki nama lain sebagai Candlenut Hill atau Bukit Kemiri. Pu’u Kukui adalah puncak gunung di wilayah barat Pulau Maui. Negara bagian Hawaii, Amerika Serikat. Dengan ketinggian 1.764 meter diatas permukaan laut, ini merupakan puncak tertinggi di Pegunungan Mauna Kahalawai.

Puncaknya dibentuk oleh gunung berapi yang kalderanya terkikis menjadi sebuah area lapang, yang kini dikenal sebagai Lembah Oao. Curah hujan disini mencapai 9.293 milimeter.

  • Hawaii, Kauai, Gunung Waialeale

Gunung Wai’ale’ale, sering dieja Waialeale dalam bahasa Inggris, adalah gunung berapi berbentuk perisan. Dengan ketinggian 1.569 meter di atas permukaan laut.

Ini merupakan titik tertinggi kedua di pulau Kaua’i, yang secara harafiah. Namanya berarati “air riak” atau “air yang meluap”, dimana merujuk pada kondisi puncaknya sebagai salah satu tempat paling basah di dunia.

Pada 1982, Gunung Waialeale mendapati rekor curah hujan mencapai 17.300 milimeter.

Baca Juga: “Hujan” Laba-Laba Turun di Langit Brasil, Apakah yang Terjadi?

  • Big Bog, Maui, Hawaii

“Big Bog” adalah sebuah lokasi ditepi Taman Nasional Haleakala yang berada pada ketinggian sekitar 1.645 meter di atas permukaan laut dan menjadi salah satu objek wisata utama di Maui karena pemandangannya yang indah.

Itu juga merupakan tempat terbasah di Amerika Serikat, dengan curah hujan yang cenderung konstan di angka sekitar 10.272 milimeter dan intensitasnya meningkat di pertengahan tahun, mengikuti perubahan arah angin.

  • Debundscha Point, Kamerun

Debundscha adalah sebuah desa di Wilayah barat daya Republik Kamerun. Terletak di kaki Gunung Kamerun yang menjadi salah satu puncak tertinggi di Afrika, 4040 meter di atas permukaan laut.

Sisi barat dayanya berhadapan langsung dengan perairan Atlantik selatan, sehingga membuatnya memiliki iklim yang sangat basah. Bahkan karena seringnya hujan turun disana, sampai-sampai puncaknya hanya bisa terlihat jelas di puncak musim panas.

  • San Antonio de Ureca, Pulau Bioko, Guinea Khatulistiwa

Lokasi yang juga dikenal sebagai Ureka atau Ureca adalah sebuah desa yang berlokasi di Provinsi Bioko Sur. Di selatan kota Malabo, Pulau Bioko. Dari pantai barat Afrika, berjarak sekitar 32 kilometer.

Pulau ini adalah bagian paling utara dari Republik Guinea Khatulistiwa yang dikenal sebagai tempat terbasah di Afrika, Bahkan pada musim kemarau sekalipun, yang berlangsung antara November hingga Maret, curah hujan diatas 8.000 milimeter masih kerap turun. Adapun rekor tertingginya mencapai 10.450 milimeter.

 

Author: adminong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *