Walaupun Satu Atap Hubungan Karyawan Facebook Dan WhatsApp Tidak Harmonis

Walaupun Satu Atap Hubungan Karyawan Facebook Dan WhatsApp Tidak Harmonis

Walaupun Satu Atap Hubungan Karyawan Facebook Dan WhatsApp Tidak Harmonis – Facebook dan WhatsApp didirikan secara terpisah dengan filosofi dan ideologi berbeda. Kedua raksasa tersebut lantas bersatu pada 2014, dimana Facebook mengakuisisi WhatsApp.

Seiring berjalannya waktu, terjadi pergesekan internal antara Facebook dan WhatsApp. Pendiri WhatsApp satu per satu hengkang, mulanya Brian Acton pada 2017, lantas disusul Jan Koum baru-baru ini.

Baca juga: Akhirnya Youtube Kids Sudah Tersedia di Indonesia

Kabarnya mereka tidak satu visi dengan CEO dan COO Facebook, Mark Zuckerberg dan Sherly Sandberg. Brian Acton dan Jan Koum tidak mau memadati WhatsApp dengan iklan, sementra Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg sudah tidak sabar memanen duit dari layanan chatting tersebut.

Bukan cuma di jajaran petinggi, kalangan pegawai akar rumput pun membentuk kubu. Setidaknya begitu menurut laporan WallStreetJournal, sebagaimana dihimpun KalengDrum beberapa hari yang lalu.

Pegawai Facebook dan WhatsApp berkantor di satu atap, yakni di Kantor Pusat Facebook, Menlo Park, California, Amerika Serikat. Kantor tersebut ditempati pada 2015 lalu atau setahun setelah WhatsApp bergabung.

Satu atap tidak harmonis

Menurut sumber dalam, para pegawai WhatsApp tidak suka dengan konsep kantor Facebook yang mentereng, dikelilingi restoran, dan pusat perbelanjaan yang terkesan ramai.

Selanjutnya, para pegawai Facebook tidak senang ketika pegawai WhatsApp membawa menja dari kantor lama mereka. Meja itu lebih besar dari ukuran standar kantor Facebook.

Pegawai WhatsApp juga bernegosiasi agar mendapat kamar mandi yang lebih bagus dengan pintu-pintu yang lebih lapang. Sensitivitas semacam ini berangkat dari hal-hal sepele, tetapi mengorek ego dan emosi.

Tim WhatsApp juga memasang poster bertuliskan “please keep noise to a minimun” (tolong jauhkan kebisingan) di lorong-lorong yang sering dilewati pegawai Facebook. Hal itu memicu amarah dan Facebook membalas dengan “welcome to WhatsApp – shut up!” (selamat datang di WhatApp – diam!).

Hingga kini juru bicara Facebook dan WhatsApp enggan berkomentar. Entah sampai kapan pergesekan internal antara WhatsApp dan Facebook akan terus berlangsung. Apaka harmonisasi akan dicapai? Kita lihat saja.

Baca juga: Kreator WhatsApp Mengaku Jual Data Kepada Para Pengguna Facebook

Author: drum

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *