Twitter Luncurkan Tombol Untuk Melaporkan Akun Palsu

Twitter Luncurkan Tombol Untuk Melaporkan Akun Palsu

Twitter Luncurkan Tombol Untuk Melaporkan Akun PalsuDemi menjaga agar kondisi linismasa tetap sehat. Twitter kembali merilis sebuah fitur baru untuk pengguna.

Fitur ini memungkinkan para pengguna Twitter melaporkan akun yang terindikasi sebagai “bot” atau akun palsu. Dimana belakangan ini sangat banyak akun palsu yang bertebaran.

Twitter Luncurkan Tombol Untuk Melaporkan Akun Palsu

Fitur tersebut diumumkan oleh Twitter lewat akun resminya. Lewat kicauannya, Twitter juga merilis sebuah panduan agar pengguna bisa segera melaporkan jika ada akun yang ditenggarai sebagai akun palsu.

Baca Juga : Google Menawarkan Season Pass di Play Store, Apa itu?

“Aktivitas yang mencoba memanipulasi atau mengganggu layanan Twitter, tidak akan diizinkan. Kami akan menghapusnya ketika kami melihatnya. Kamu sekarang bisa menentukan jenis spam yang kamu lihat ketika melaporkan sebuah akun, termasuk akun palsu,” tulis Twitter.

Cara untuk melaporkan akun palsu cukup mudah. Pengguna tinggal menekan tombol panah pada pojok kanan atas kicauan akun yang bersangkutan. Kemudian pilih “report tweet”.

Twitter Luncurkan Tombol Untuk Melaporkan Akun Palsu

Setelah itu pilih opsi “Suspicious or spam” pada opsi tersebut. Berikutnya akan muncul beberapa pilihan alasan yang dipilih. Termasuk indikasi akun palsu. Untuk melaporkan akun palsu, pilih alasan “The account Tweeting this is fake”.

Menurut juru bicara Twitter, fitur laporan ini akan membantu pihak Twitter untuk mendapat informasi lebih detail dan kemudaian menghapus akun tersebut.

Baca Juga : Tahukah Kamu Siapa Raksasa Iklan Pemilik WhatsApp?

Dengan demikian para pengguna Twitter juga bisa bahu membahu untuk menciptakan linimasa yang sehat dan lebih kondusif. Sehingga terhindar dari berita hoax yang sering disebarkan oleh akun palsu.

“Alur pelaporan baru ini akan membantu kami untuk mengumpulkan informasi yang lebih detail. Jadi kami dapat mengidentifikasi dan menghapus akun-akun palsu dengan lebih efektif. Dengan peninjauan yang lebih detail, kami akan menambah sumber daya untuk proses ini,” ungkap juru bicara.

Dikutip Kalengdrum.com, Twitter sendiri saat ini memang tengah gencar melindungi layanan mereka dari akun-akun yang kerap menyebarkan berita palsu atau hoax. Tercatat ada lebih dari 70 juta akun yang dihapus pada pertengahan tahun 2018 ini.

Sebelumnya, CEO Twitter, Jack Dorsey pun berencana akan menghapus tombol “like”. Karena dianggap dapat memicy perdebatan tak sehat. Kendati demikian belum jelas apakah langkah ini akan diambil sesegera mungkin atau tidak.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *