Sulawesi, Rumah Kumbang Yoda Dan 100 Spesies Baru Lainnya

Sulawesi, Rumah Kumbang Yoda Dan 100 Spesies Baru Lainnya

Sulawesi, Rumah Kumbang Yoda Dan 100 Spesies Baru Lainnya – Belum lama ini para ilmuwan menemukan ratusan spesies kumbang baru di hutan tropis terpencil yang ada di Sulawesi. Dalam literatur ilmiah manapun, spesies ini belum pernah dideskripsikan dan mungkin tidak pernah diperhatikan keberadaannya.

Ada 103 jenis kumbang yang baru ditemukan, dan semuanya berasal dari kelompok weevils dan genus Trigonopterus. Kumbang-kumbang itu tergolong kecil, besarnya hanya beberapa milimeter.

Para ilmuwan menamakan makhluk ini berdasarkan karakter Star Wars dan Asterix, termasuk Yoda. Kumbang hijau mengkilat, dan Obelix – spesimen yang agak bulat. Yang lainnya diambil dari nama ilmuwan, termasuk Charles Darwin, perintis DNA Francis Crick, dan James Watson.

Dari ratusan yang ditemukan, hanya satu anggota kelompok yang pernah ditemukan di Sulawesi pada 1885. Dalam studi yang terbit di Zookeys, para peneliti meyakini ada lebih banyak kumbang di sana.

“Penelitian kami masih belum selesai dan kemungkinan kamu baru melihat permukaan,” kata Raden Pramesa Narakusumo, kurator kumbang di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), LIPI.

Baca juga: Tikus Punya Gen “Ant-Man” Untuk Mengatur Ukuran Tubuhnya

“Geologi Sulawesi rumit dan banyak tempat yang tidak pernah diteliti kumbang kecilnya,” sambungnya.

Para ilmuwan mengatakan sejumlah bukti menunjukkan ribuan spesies serangga yang belum diketahui hidup di hutan tropis pulau itu.

Meskipun demikian ini tidak mengubah gambaran laporan baru-baru ini terkait dengan penurunan serangga. Karena dua masalah, kata entomologi Dr Alexander Riedel, dari Natural History Museum Karlsruhe, Jerman yang terlibat dalam kajian ini.

“Penurunan serangga yang saat ini kami bicarakan di Eropa kemungkinan besar karena peningkatan pertanian dan insektisida,” katanya kepada KalengDrum.

“Sementara kekayaan keanekaragaman alam serangga di daerah tropis mengalam bahaya pengrusakan hutan tropis.”

Di dunia, lebih dari satu juta spesies serangga telah tercatat sampai sekarang. Sejumalah kajian baru-baru ini mengisyaratkan penurunan dramatis populasi serangga di dunia.

Baca juga: Populasi Serangga Dunia Menurun Dan Ini Dampaknya Pada Hewan Lain

Kehidupan serangga berada di paling banwah dari rantai makanan dan mendukung sebagian besar kehidupan di Bumi.

Dr James Hogan dari Oxford Museum of Natural History mengatakan kajian ini menggarisbawahi seberapa banyak keanekaragaman hayati yang masih belum ditemukan dan dicatat.

“Kenyataannya adalah ketika kita membicarakan keanekaragaman hayati, ini berarti persis seperti yang dijelaskan disini – serangga kecil yang panjangnya kurang dari 5 milimeter,” katanya.

“Karena keanekaragaman hayati semakin terancam adalah penting untuk melakukan kajain sebelum terlambat.”

Kumbang diidentifikasi berdasarkan sekuen DNA yang tidak selalu tersedia bagi para ilmuwan di Indonesia.

Author: drum

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *