Studi Baru Menunjukkan Bagaimana Pegunungan Andes Terbentuk

Studi Baru Menunjukkan Bagaimana Pegunungan Andes Terbentuk

Kalengdrum – Andes adalah pegunungan terpanjang di dunia, yang membentuk rangkaian dataran tinggi sepanjang pantai barat Amerika Selatan.

Pegunungan Andes panjangnya bisa lebih dari 7.000 kilometer, lebar mencapai hingga 500 kilometer dan tinggi rata-rata mencapai 4.000 meter sampai yang tertinggi 6.961 meter diatas permukaan laut.

Menjadi pegunungan terpanjang, membutuhkan waktu puluhan juta tahun untuk Andes tumbuh. Menurut studi teranyar, aktivitas letusan gunung berapi dahsyat yang pernah mengguncang Amerika punya andil dalam hal ini.

Melansir Live Science, Rabu (23/1/2019), para ilmuwan menyimpulkan hal tersebut setelah mempelajari sisa-sisa lempeng tektonik benua yang terkubur. Bagi para ahli, apa yang mereka temukan sangatlah mengejutkan dan belum pernah diamati sebelumnya.

Sebelumnya para ahli geologi berpendapat bahwa lempeng samudera Nazca yang terletak di bawah Samudra Pasifik bagian timur secara stabil dan terus menerus melakukan penunjaman dan bersubduksi sehingga membuat daratan naik dan tercipta pegunungan Andes yang menjulang tinggi.

“Formasi pegunungan Andes telah lama menjadi paradigma lempeng tektonik,” kata rekan penulis studi Jonny Wu, asisten profesor geologi di Universitas Houston dalam sebuah pernyataan.

Namun, setelah mempelajari jejak lempeng Nazca yang berada di sekitar 1.500 kilometer di bawah tanah, para ahli yakin lempeng itu tidak melalui subduksi yang stabil dan terus menerus.

Sebaliknya, lempeng Nazca dikoyak pinggiran Andes (tempat dimana subduksi terjadi) karena aktivias vulkanik.

Untuk membutkikan hal tersebut, para ahli membuat pemodelan aktivitas vulkanik di sepanjang pinggiran Andes.

“Model ini kami uji dengan melihat pola lebih dari 14.000 rekaman vulkanik di sepanjang Andes. Beberapa diantaranya berasal dari zaman Kapur,” kata Wu.

Petunjuk Bawah Tanah

Sisa-sisa lempeng Nazca bersubduksi jauh di bawah tanah. Lantas bagaimana para ilmuwan mencapai kawasan tersebut?

Seperti yang dicatat dalam jurnal Nature, edisi Rabu (23/1/2019), ahli menjelaskan bahwa saat lempeng tektonik bergerak di bawah tanah, yakni ketika merayap di bawah kerak bumi dan memasuki mantel bumi, mereka tenggelam ke inti. Sama halnya daun jatuh tenggelam ke dasar danau.

Namun, lempeng bumi yang tenggelam ini mempertahankan bentuknya dan memberi petunjuk seperti apa wujud permukaan Bumi jutaan tahun lalu.

Dalam kasus lempeng Nazca, lebih dari 5.500 kilometer, bagian luar ada yang kaku dari kerak dan mantel bumi.

Wu dan timnya mencitrakan lempengan itu menggunakan data yang dikumpulkan dari gelombang gempa, seperti pemindaian computed tomography (CT) yang dimiliki dokter untuk memindai organ dalam tubuh pasien.

“Kami telah berusaha kembali ke masa lalu dengan pengukuran yang lebih akurat dibanding studi sebelumnya. Studi kami lebih detail dari perkiraan sebelumnya. Kami berhasil sampai di zaman dinosaurus,” ujar Wu.

Setelah para ahli menganalisis sisa tektonik di bawah tanah, mereka dapat mengumpulkan fakta bagaimana Andes terbentuk.

Lempeng Nazca yang menghantam zona transisi atau lapisan terputus-putus di mantel, gerakan lempeng memperlambat dan menyebabkan tumpukan di atasnya.

Model mereka menunjukkan bahwa fase arus subduksi nazca dimulai di Peru selama periode Kenozoikum awal, sekitar 55 juta tahun lalu.

“Dengan demikian, yang kami temukan bertentangan dengan paradigma saat ini. Subduksi Nazca belum sepenuhnya berkelanjutan sejak periode Mesozoikum, melainkan fase yang berbeda,” tulis para ahli dalam laporannya.

 

Author: adminong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *