Rela Mati Demi Kawanan, Kutu Daun Berkorban Untuk Benahi Sarang

Rela Mati Demi Kawanan, Kutu Daun Berkorban Untuk Benahi Sarang

Rela Mati Demi Kawanan, Kutu Daun Berkorban Untuk Benahi Sarang – Memperbaiki dan membenahi rumah tentu bukanlah hal yang mudah dan dapat menguras tenaga kita. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada manusia saja. Namun juga pada seluruh hewan yang memiliki sarang.

Namun, mungkin perilaku perawatan dan perbaikan sarang yang paling ekstrem dimiliki oleh kutu daun Jepang. Karena hewan ini sanggup mengorbankan dirinya demi melakukan tugas tersebut. Kutu daun Jepang (Nipponaphis monzeni) adalah kutu daun yang dapat di kawasan Asia Timur.

Hewan ini membentuk sarang dengan cara melukai kulit pohon, terutama pohon winter hazel. Luka tersebut akan menginduksi pembentukan tonjolan luka (gall) yang kemudian dapat dihuni oleh ratusan hingga ribuan kutu daun secara bersamaan. Meski demikian, sarang juga dapat mendapat.

Baca juga: Inilah Hewan Yang Akan Kuasai Bumi Setelah Kepunahan Massal Berikutnya

Gangguan dari berbagai predator, salah satunya adalah ulat. Saat sarang diserang, beberapa kutu daun memiliki tugas dan peranannya masing-masing. Beberapa kutu akan mengerumuni dan menyerang predator lewat gigitan. Sebagai lain berperan untuk menambal lubang pada sarang yang.

Dihasilkan oleh serangan predator tersebut. Perbaikan sarang ini dilakukan dengan cara yang unik, di mana kutu daun akan mengeluarkan cairan putih yang mirip lem dari tubuh mereka sendiri dalam jumlah banyak. Cairan ini bersifat sangat lengket dan dapat merekatkan celah pada sarang.

Dengan cepat. Produksi cairan ini bahkan dapat mengancam nyawa kutu daun itu sendiri. Selain menghabiskan sekitar sepertiga dari bobot tubuhnya, cairan lengket ini juga mudah mengering sehingga dapat menjebak kutu di dalamnya karena kesulitan melepaskan diri, rela berkorban jadinya.

Baca juga: Populasi Serangga Dunia Menurun Dan Ini Dampaknya Pada Hewan Lain

“Kutu daun penjaga ini memang akan mati, cepat atau lambat,” ungkap Takema Fukatsu, peneliti dari National Institute of Advanced Industrial Science anda Technology, Tsukuba, Jepang, seperti dilansir dari Science News for Students.Dalam tubuh kutu daun, cairan ini diproduksi dalam jumlah.

Sedikit dan dijaga kondisinya agar tidak berinteraksi dengan organ internalnya oleh suatu enzim khusus. Saat terjadi serangan, mala kutu daun akan menerima signal penanda untuk mengeluarkan cairan tersebut. Saat dilepaskan keluar tubuh, cairan akan berinteraksi dengan pecahan sel dan cairan.

Hemolimfa dari tubuh kutu daun, sehingga beraksi membentuk lem kuat yang dapat mengering dengan cepat. Dengan menggunakan kaki dan mulutnya, kutu lain akan mengarahkan lem agar dapat merata menutupi cleah pada sarang. Proses ini dapat mengorbankan belasan hingga puluhan kutu daun.

Author: drum

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *