Rahasia Alam Semesta: Bumi Kok Tak Punya Cincin Seperti Saturnus?

Rahasia Alam Semesta: Bumi Kok Tak Punya Caincin Seperti Saturnus?

Rahasia Alam Semesta: Bumi Kok Tak Punya Cincin Seperti Saturnus? – Bumi, bersama dengan tujuh planet lain membentuk sebuah sistem tata surya. Namun, di antara kedelapan planet tersebut, terdapat beberapa perbedaan mencolok yaitu cincin planet.

Ya, setelah dari jumlah planet dalam tata surya memiliki cincin. Planet-planet itu adalah Saturnis, Jupiter, Uranus dan Neptunus. Hal ini memunculkan pertanyaan, mengapa Bumi (dan beberapa planet lain) tak memiliki cincin? Jika Bumi memiliki cincin, mungkin bentuk planet kita ini akan lebih indah. Tapi, bosa saja pendapat itu juga salah.

Bentuk bumi yang tanpa cincin ini sebenarnya terjadi karena alasan tertentu. Tapi, sebelum itu, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja unsur penyusun cincin-cincin planet. Cincin planet terbuat dari material berbeda, bergantung dari planetnya.

Saturnus yang memiliki cincin paling terlihat misalnya. Cincin Saturnus terbuat dari es air, dengan bongkahan seukuran gunung hingga sebutir pasir. Sedangkan cincin pada Jupiter, Uranus, dan Neptunus yang lebih redup dari cincin Saturnus terbuat dari debu dan batu.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Kenapa Langit dan Laut Berwarna Biru?

Meski belum ada teori pasti yang menjelaskan cara terbentuknya cincin-cincin planet itu, tapi sebuah teori menyebut bahwa cincin keempat planet itu terjadi akibat tabrakan dua satelit (bulan) atau lebih akibat terlalu dekat dengan planet. Tabrakan tersebut menghasilkan puing-puing yang kemudian terlempar ke berbagai arah.

Namun, sebagian puing-puing itu tertahan oleh gravitasi planet sehingga membentuk cincin. Merangkum dari Seeker, sebenarnya, Bumi juga pernah punya cincin planet yang terbuat dari batu dan debu. Cincin ini terbentuk pada miliaran tahun lalu ketika sebuah planet seukuran Mars menabrak Bumi dan memuntahkan cincin puing besar-besaran.

Puing-puing ini kemudian terkumpul menjadi satu pada bulan yang kita kenal sekarang. Sedangkan sebagian yang jaraknya cukup dekat dengan Bumi tertarik gravitasi. Hal ini menyebabkan Bumi tak lagi memiliki cincin. Selain itu, merangkum dari Universe Today, hilangnya cincin Bumi juga diakibatkan oleh jarak dengan Matahari.

Ada titik di tata surya kita yang dikenal sebagai “frost line”. Titik tersebut terletak di sekitar 5 AU (Astronomical Unit) dari Matahari, di sabuk asteroid. Sedangkan Bumi hanya 1 AU dari Matahari. Itulah mengapa Bumi tidak memiliki cincin seperti Saturnus.

Baca juga: Sebentar Lagi Puasa, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Anda yang Punya Masalah Gula

Itu membuat Bumi dapat mempertahankan air karena magnetosfer planet bertindak seperti perisai melawan angin matahari. Tapi ini membuat Bulan sekering tulang, kecuali kawah yang dibayangi secara permanen oleh kutub Bulan.

Ini yang membuat jika ada sistem cincin es di Bumi maka angin Matahari akan menghancurkannya. Sebuah teori lain mengatakan bahwa di masa depan kemungkinan cincin Bumi akan kembali terbentuk. Nantinya, cincin Bumi terbentuk oleh fase raksasa Matahari merah yang tak terhindarkan.

“Ketika Bumi dan Bulan dekat wilayah yang panas terik ini, hambatan yang disebabkan oleh atmosfer Matahari yang luas akan menyebabkan orbit Bulan membusuk. Akibatnya, Bulan akan berayun semakin dekat ke Bumi,” tulis David Powell dikutip dari Space.

Jarak Bumi dan Bulan yang semakin dekat berpotensi untuk menghancurkan satelit planet kita itu. Inilah yang nantinya diperkirakan membentuk cincin baru bagi Bumi.

Author: drum

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *