Perubahan Iklim Jadi Ancaman Besar Bagi Habitat Beruang Kutub

Perubahan Iklim Jadi Ancaman Besar Bagi Habitat Beruang Kutub

Perubahan Iklim Jadi Ancaman Besar Bagi Habitat Beruang Kutub – Hari Rabu 27 Febuari lalu merupakan Hari Beruang Kutub Dunia. Suatu kesempatan tahunan bagi para pelestari lingkungan hidup untuk menjelaskan status satwa paling buas dan terbesar di keluarga beruang itu.

Sebagaimana dilaporkan oleh jurnalis VOA, Kevin Enoch, perubahan iklim mengancam habitat beruang kutub dan kelestarian spesies itu di alam bebas.

Ada sekitar 40 beruang kutub di sejumlah kebun binatang Jerman, dan kurang dari 100 ekor berada di beberapa kebun binatang Amerika Serikat. Tetapi sebagian besar berung kutub berada di hutan belantara.

Seorang kurator beruang kutub, Florian Sicks mengemukakan. “Diperkirakan sekitar 25.000 beruang kutub masih berada di lingkungan habitatnya dan jumlah itu tidak banyak. Sekarang ini, beruang kutub kian terancam punah.”

“Ancaman itu bukan hanya perubahan iklim yang terjadi dimana-mana, yang tentu saja bisa menjurus pada melenyapnya sumber dasar kehidupan berunag kutub, yaitu es itu sendiri,” imbuhnya.

Baca juga: Ternyata Mars Punya Kawah Raksasa Berisikan Es Abadi

Es di Lautan Arktik (Kutub Utara) berkurang dan mencair menurut beberapa laporan berkisar 10 persen per dekade. Tanpa es, beruang kutub tidak dapat berburu anjing laut yang menjadi makanan utamanya.

“Beruang kutub datang ke Novaya Zemlya karena di tempat itu banyak sampah karena orang membuang sampah yang bisa dimakan di sana. Kata orang banyak sisa-sisa ikan yang dibuang, dan itu menarik beruang kutub,” kata Perwakilan WWF Rusia, Mikhail Stishov.

Sementara jumlah beruang kutub meningkat di beberapa tempat, di tempat-tempat lainnya berkurang sekitar 40 persen.

“Beruang kutub harus menangkap setidaknya seekor anjing laut tiap lima hingga 10 hari. Itu hanya untuk mencapai kebutuhan makan yang pas-pasan,” kata George Durner dari Badan Survey Geologi AS.

Baca juga: Studi Baru Menunjukkan Bagaimana Pegunungan Andes Terbentuk

“Dan kalau tidak bisa berburu, beruang kutub akan menjadi kurus dan jika kehilangan berat badan maka hal-hal lain akan muncul dan berdampak pada kesehatan beruang kutub. Termasuk pada kemampuan bereproduksi dan lain sebagainya,” sambungnya.

Keadaan demikian membuat sebagian beruang kutub lebih berupaya untuk mencari makan ke tempat-tempat di mana manusia tinggal. Kejadian seperti ini menjadi begitu buruk di wilayah Novaya Zemlya, Rusia, pada Februari lalu. Sehingga pihak berwenang menyatakan keadaan darurat dalam penanganan beruang kutub.

Sejumlah pakar iklim memperkirakan Kutub Utara akan mengalami musim panas tanpa es mulai tahun 2050. Jika hal itu terjadi, para pemerhati lingkungan yakin beruang kutub tidak akan bertahan hidup di alam bebas.

“Itu wajar karena di beberapa daerah tidak ada es selama beberapa minggu, atau mungkin sebulan, tapi kali ini keadaan itu sudah berlangsung beberapa bulan,” imbuh Mikail.

Hal yang mengkhawatirkan adalah satu-satunya cara untuk dapat melihat beruang kutub pada akhir abad ini nantinya hanya di kebun binatang.

Author: drum

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *