Peringatan Bagi Kita, Pria Ini Nyaris Meninggal Karena “Cotton Bud”

Peringatan Bagi Kita, Pria Ini Nyaris Meninggal Karena "Cotton Bud"

Kalengdrum – Studi kasus ini memperingatkan kita bahwa membersihkan telinga dengan cutton bud berbahaya. Seorang pria 31 tahun justru mengalami infeksi parah yang mengancam nyawa karenanya.

Dalam laporan kasus yang baru terbit di jurnal BMJ Case Reports, pria yang sebelumnya sehat itu dilarikan ke UGD karena pingsan.

Saat tiba di UGD, dia mengalami kejang. Pemeriksaan fisik menunjukkan dia bingung, mengantuk dan kesadarannya tidak stabil.

Ketika agak sadar, pria itu mengaku merasa sakit di bagian kepala dan sudah beberapa hari belakangan terus merasa mual.

“Yang mengerikan, selama lima tahun terakhir dia mengaku telinga kirinya sangat sakit dan tidak bisa mendengar,” tulis laporan itu.

Seperti dilansir Science Alert, Rabu (21/3/2019), hasil CT. Scan pada tengkorak kepala menunjukkan adanya abses (penyakit karena infeksi bakteri) yang sudah bernanah di  jaringan sekitar otak dan keluar dari salah satu telinganya.

Peringatan Bagi Kita, Pria Ini Nyaris Meninggal Karena “Cotton Bud”

Dari fakta itu, dokter menemukan penyebab infeksinya adalah Pseudomonas aeruginosa, patogen pemicu penyakit berbahaya.

Tim medis pun berpendapat, P. aeruginosa bertanggung jawab atas kondisi pasien yang didiagnosis Necrotising Oittis Externa (NOE, alias otitis eksterna ganas) yang mempengaruhi jaringan di kanal pendengaran eksternal (EAC).

Namun bagaimana bakteri jahat itu bersarang di tengkorak pria tersebut?

Pemeriksaan fisik saluran telinga mengisyaratkan jawaban yang paling mungkin, yakni sisa kapas yang tertinggal di kepala, mungkin sudah ada selama bertahun-tahun mengingat pria itu mengalami gangguan pendengaran dan nyeri dalam jangka waktu lama.

Peringatan Bagi Kita, Pria Ini Nyaris Meninggal Karena "Cotton Bud"

“Risiko infeksi dari benda asing yang bersarang di EAC adalah faktor risiko munculnya radang saluran telinga. Namun itu belum pernah dijelaskan sebagai penyebab NOE,” jelas peneliti dalam laporannya.

Pasien beruntung karena masih bisa diselamatkan dengan mengambil sisa kapas dan pemberian antibiotik selama delapan minggu untuk mengobati infeksi dan memperbaiki masalah neurologis serius yang dialaminya.

“Saat antibiotik selesai diberikan, pasien tetap sehat secara sistematik tanpa defisit neurologis dan tidak ada gejala telinga residual,” tulis peneliti.

“Yang terpenting, dia tidak lagi menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinganya,” tegas ahli.

“Kasus ini lebih jauh menegaskan kembali akan bahaya penggunaan cotton bud dan pentingnya tidak menggunakan benda asing,’ tutup laporan tersebut.

 

Author: adminong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *