Merawat Pikiran dan Suasana Hati dengan Tidur Siang

Merawat Pikiran dan Suasana Hati dengan Tidur Siang

Kalengdrum – Telah banyak penelitian yang membuktikan tidur bisa mempengaruhi tubuh. Terkait hal itu, terdapat satu lagi bukti yang baru saja ditemukan ahli tentang tidur siang.

Studi yang dilakukan ilmuwan Singapura ini menemukan bahwa tidur siang bisa meningkatkan suasana hati, memori dan fungsi kognitif lainnya. Namun dari sekian banyak sisi positif, tidur siang juga memicu kenaikan kadar glukosa dalam darah.

Merawat Pikiran dan Suasana Hati dengan Tidur Siang

Merawat Pikiran dan Suasana Hati dengan Tidur Siang

Dalam studinya, para ahli saraf dari Duke-NUS Medical School, Singapura, hanya mengamati para remaja. Sebab, remaja adalah kelompok usia yang dikenal memiliki pola tidur tak tentu.

Ada 59 siswa berusia 15-19 tahun yang terlibat dalam studi ini. Mereka hanya diperbolehkan tidur selama 6,5 jam dalam 24 jam. Peraturannya, para responden hanya boleh tidur selama 5 jam di malam hari dan 1,5 jam di siang atau sore hari.

Berdasarkan tes yang dilakukan, responden yang tidur siang memiliki kesehatan yang lebih baik. Dalam artian, mereka lebih positif, tidak mengantuk, kemampuan memori meningkat, serta kognitif lebih unggul.

“Menariknya, siswa yang ditidur pada siang dan malam hari lebih waspada, daya ingat lebih baik dan memiliki suasana hati yang lebih baik dibanding mereka yang tidur selama 6,5 jam terus menerus,” kata seorang peneliti dan ahli saraf Michael Chee, dilansir Science Alert, Jumat (1/2/2019).

Laporan yang dimuat dalam jurnal Sleep edisi 12 Februari 2019 mengingatkan, tidur bergantian – siang dan malam – memang memberi banyak efek positif, tapi juga dapat menjadi faktor risiko diabetes tipe 2 karena perilaku ini meningkatkan kadar glukosa darah.

Respon metabolik ini juga mungkin menampilkan hubungan misterius antara kurang tidur dan risiko diabetes.

Para ahli dalam studi ini menyadari perlunya lebih banyak penelitian untuk mendalami keuntungan tidur, terutama dengan melibatkan lebih banyak responden untuk hasil yang lebih optimal.

Sejauh ini mereka baru bisa menyimpulkan bahwa kurang tidur tetap tidak baik untuk tubuh, terutama pada usia remaja yang membutuhkan tidur selama 9 jam dalam sehari.

Sebab itu, Chee dan koleganya menyarankan untuk membagi jam tidur menjadi dua, yakni tidur siang dan malam.

“Mereka disarankan mendapatkan jumlah tidur malam yang direkomendasikan,” tulis para ahli dalam kesimpulannya.

 

Author: adminong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *