Masalah Teknis, Dompet Digital Tokopedia & Bukalapak Tutup

Masalah Teknis Dompet Digital Tokopedia Bukalapak Tutup

Masalah Teknis Dompet Digital Tokopedia Bukalapak TutupBank Indonesia mengungkap bahwa belum diberikannya izin bagi layanan pembayaran. Karena Tokopedia dan Bukalapak masih belum memenuhi syarat teknis terkait aturan baru tentang uang elektronik.

“Ada masalah teknikal, ada. Masalah teknikalnya bukan dari sisi kitanya ya,” jelas Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Onny Wijanarko.

Masalah Teknis Dompet Digital Tokopedia Bukalapak Tutup

Masalah Teknis Dompet Digital Tokopedia Bukalapak Tutup

Komentar ini menanggapi pertanyaan mengapa layanan dompet digital dari Bukalapak dan Tokopedia yang semapt dibekukan BI. Hingga saat ini belum mendapatkan izin dioperasikan.

Sementara itu layanan pembayaran dari pemain baru yang juga sempat dibekukan seperti Bluepay dan Shopee telah lolos persyaratan oleh regulator bank sentral itu.

Baca Juga : Twitter Ungkap Alasan Lelucon Receh dan Cerita Horor Viral

“KIta memberikan izin tidak lihat siapa. Tapi kita lihat tadi, faktor compiliance (atas atuiran BI),” jelasnya lagi.

“Aturan e-money keluar Mei, ada additional requirement disitu. Additional requirement ini yang harus mereka (Bukalapak dan Tokopedia) sesuaikan lagi,” tuturnya.

Masalah Teknis Dompet Digital Tokopedia Bukalapak Tutup

Tanggapan Bukalapak dan Tokopedia
Bukalapak menjelaskan, sebelum digelontorkannya izin BI ini bukan karena mereka yang belum memenuhi syarat. Penjelasan Bukalapak, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan terkait layanan uang elektroniknya.

“Terkait ini bukan tidak di loloskan. Namun, setelah on site visit BI, terdaat masukan dan perbaikan dari tim pemeriksa. Saat ini tim Bukalapak sedang melakukan penyesuaian dari sisi teknis. Kami terus berkomunikasi dengan pihak BI dan menginformasikan perbaikan-perbaikan apa saja yang sudah kami lakukan,” jelas Debora Rosaria, Senior Manager Legal & Compliance Bukalapak, saat dihubungi via pesan teks secara terpisah.

Sementara itu Tokopedia sudah merespons upaya komunikasi dari Kalengdrum terkait layanan pembayaran yang dibekukan BI, namun tidak penjelasan detail.

“Saat ini kami masih terus melakukan konsultasi dengan Bank Indonesia terkait perizinan uang elektronik,” jelas Sari Kacaribu, Head of Public Policy & Government Relations Tokopedia, lewat pesan teks.

Aturan baru uang digital
Lebih lanjut, Onny menuturkan bahwa penyesuaian yang wajib dilakukan penyedia layanan pembayaran terkait aturan baru tentang dompet digital. Aturan baru itu tertuang pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik yang dirilis Mei 2018.

Baca Juga : Demi Linux, Microsoft Gratiskan 60.000 Paten

Pelaku yang ingin menyelenggarakan uang elektronik menurutnya tak hanya harus memenuhi persyaratan dokumen saja. Tapi juga harus dapat memenuhi sisi teknis ketika pihak BI melakukan pengetesan pada sistem mereka.

“Kalau kita rasa masih ada yang terbuka resikonya, kita tidak kasih dulu. Perbaiki dulu, daripada nanti di roll out nasabahnya yang jadi korban. Kalau sudah benar dikeluarkan izinnya. Jadi masih ada masalah teknikal,” tandasnya.

Layanan uang digital milik Bukalapak dan Tokopedia telah dibekukan sejak Oktober 2017. Saat itu, layanan uang digital Paytren milik Ustadz Yusuf Mansyur dan Shopee juga ikut dibekukan.

Namun belakangan keduanya telah berhasil mendapat izin. Sementara Tokopedia dan Bukalapak hingga saat ini masih belum bisa menggunakan layanan pembayaran uang elektronik mereka kembali.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *