Kominfo Ungkap Dua Hoaks Mengenai Penculikan Anak

Kominfo Ungkap Dua Hoaks Mengenai Penculikan Anak

Kominfo Ungkap Dua Hoaks Mengenai Penculikan Anak – Setelah diramaikan pemberitaan hoaks mengenai insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali mengidentifikasi dua informasi hoaks yang tersebar di media sosial mengenai kasus penculikan anak.

Kominfo menerima beberapa aduan konten terkait isu penculikan anak, baik melalui email [email protected] maupun melalui akun twitter @aduankonten dan akun @kemkominfo dan @DitjenAptika.

Pit Kepala Biro Bumas Kemkominfo RI Ferdinandus Setus menjelaskan dua hoaks penculikan yang beredar sebagai berikut.

KOMINFO UNGKAP DUA HOAKS MENGENAI PENCULIKAN ANAK

Kominfo Ungkap Dua Hoaks Mengenai Penculikan Anak

BACA JUGA: Pembajakan Software di Indonesia Lebih Buruk dari China

Inilahkedua hoaks yang berhasil diindentifikasi oleh Tim Kementrian Kominfo.

 

Pertama, informasi mengenai keresahan warga Tulungagung dengan adanya informasi penculikan anak di media sosial. Telah tersebar isu terjadinya penculikan anak di salah satu Pusat Perbelanjaan, Belga, Tulungagung, Jawa Timur. Kabar ini pun sudah mulai menyebar melalui pesan berantai di WhatsApp.

Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Tofik Sukendar mengungkap beredarnya informasi penculikan anak yang terjadi pada salah satu pusat perbelanjaan Tulungagung adalah sebuah informasi hoaks.

“Menanggapi isu tersebut, Kapolres Tulungagun, AKBP Tofik Sukendar menyatakan bahwa hal tersebut adalah tidak benar” ujar Nando dalam keterangan resmi, Kamis (1/11).

BACA JUGA: Google Discover Sudah Mulai Hadir di Safari dan Chrome

Kedua, penculikan anak di Talang Jambe Palembang. Faktanya informasi yang disebarkan tersebut adalah orang yang tertangkap karena ketahuan mau mencuri ponsel di daerah Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang.

“Sekali lagi, Kominfo mengimbau kepada para warga agar tidak menyebarkan hoaks atau berita bohong atau kabar palsu melalui saluran internet, baik website, media online maupun media sosial” tambah Nando.

Dia menambahkan setiap pelaku penyebaran hoaks melalui internet bisa dijerat dengan ancaman pidana 6 (enam) tahun penjaran dan denda sebesar Rp 1 milliar sesuai dengan ketentuan UU ITE.

Terima kasih.

Ferdinandus Setu
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: [email protected]
Telp/Fax: 021-3504024
Twitter: @kemkominfo FB: @kemkominfo IG: @kemenkominfo
Website: www.kominfo.go.id

 

Author: adminong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *