Inilah Bitcoin Yang Asli, Terbuat Dari Batu Dan Beratnya Berton-ton

Inilah Bitcoin Yang Asli, Terbuat Dari Batu Dan Beratnya Berton-ton

Inilah Bitcoin Yang Asli, Terbuat Dari Batu Dan Beratnya Berton-ton – Bagi kebanyakan orang, bitcoin dan mata uang kripto lainnya merupakan konsep masa depan. Namun menurut dua orang peneliti dari University of Oregon (UO), konsepnya sudah ada sejak zaman dahulu kala.

Berabad-abad yang lalu, masyarakat di Pulau Yap yang terletak 800 mil dari timur Filipina menggunakan mata uang yang disebut rai. Mata uang ini berupa koin batu yang diameternya mencapai 3,5 meter dan beratnya berton-ton. menurut arkeolog UO, Scott Fitzpatrick, koin batu ini memang tidak dipindah-pindah dan terletak secara permanen pada lokasinya.

Nah, di sinilah kemiripan rai dengan bitcoin. Fitpatrick bersama profesor keuangan Stephen McKeon dari Cameron Center for Finance and Securities Analysis di Lundquist College of Business mempelajari tradisi oral. Data arkeologi dan catatan sejarah mengenai rai dan menemukan bahwa mata uang tersebut digunakan tanpa perlu dimiliki secara fisik.

Baca juga: Ahli Temukan Tanaman Langka Pemakan Salamander Di Kanada

Masyarakat Yap memiliki sistem seperti buku besar komunitas yang memastikan transparansi dan keamanan penggunaan mata uang rai tanpa perlu adanya bank sentral. Buku besar oral ini merekam nilai koin, siapa yang memilikinya dan perubahan kepemilikannya dari waktu ke waktu.

Fitzpatrick menjelaskan, (rai) digunakan untuk transaksi sosial kunci, seperti pernikahan dan ransom. Setiap pertukaran direkam dalam sejarah oral yang berfungsi seperti buku besar publik. Sehingga rantai informasi bisa terus ada dan mencegah pertikaian akan kepemilikannya.

Demikian juga dengan bitcoin. Mata uang kripto tersebut bergantung pada blockchain, sejenis buku besar digital yang memverifikasi transaksi di antar jaringan komputer. Dan menyediakan sejarah transaksi untuk diketahui oleh semua orang yang terlibat di dalamnya.

Baca juga: Jamur Ini Tunjukan Lokasi Cadangan Emas Di Perut Bumi

“Sama seperti bau rai, informasu mengenai nilai dan kepemilikan bitcoin diatur secara kolektif. Ia merupakan sistem finansial yang terdistribusi, tidak seperti sistem sentral yang melibatkan institusi finansial pihak ketiga yang lebih kita kenal,” ujar McKeon.

Melihat kesamaan di atas, Fitzpatrick dan McKeon pun menduga bahwa rai mungkin mempengaruhi perkembangan bitcoin. Fitzpatrick mengatakan, sejarah seringkali berulang, dan ini adalah salah satu kasusnya. Sangat masuk akal untuk mengambil kesimpulan bahwa model Yap mendorong (Penciptaan cara digital yang menyerupainya.

“Bisa jadi begitu, atau ini adalah kasus evolusi konvergen budaya, di mana dua budaya yang berbeda secara waktu dan geografi mengembangkan sistem yang sangat mirip, ini pun sangat menarik,” katanya kepada KalengDrum beberapa hari yang lalu.

Author: drum

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *