Inilah 5 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Waspadalah!

Inilah 5 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Waspadalah!

Inilah 5 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Waspadalah! Ada banyak tindak kejahatan yang terjadi di internet. Salah satunya serangan siber yang sering terjadi berdampak merugikan pengguna.

Beberapa kasus terburuk yang pernah terjadi yaitu, pengguna dimintai pembayaran tebusa pada layar monitornya, ada pula yang melakukan pencurian data.

Kebanyak orang masih belum mengetahui seberapa besar bahaya yang ditimbulkan dari serangan siber. Karena para pelaku kejahatan siber dapat menyerang mulai dari level industri hingga nasional dengan konskuensi yang luar biasa.

Berikut adalah lima serangan siber paling spektakuler yang pernah terjadi sepanjang sejarah menurut Kaspersky Lab.

1. WannaCry

Inilah 5 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Waspadalah!

Serangan WannaCry membuat ransomware dan malware dikenal oleh semua pengguna, termasuk mereka yang tidak dapat membedakan bite dengan byte. Dalam empat hari, penyebaran WannaCry membuat lumpuh lebih dari 200 ribu komputer di 150 negara.

Terjadi di beberapa rumah sakit, WannaCry mengenkripsi keseluruhan perangkat, termasuk peralatan medis. Bahkan beberapa pabrik terpaksa menghentikan kegiatan produksinya.

Inilah 5 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Waspadalah!

2. NotPetya/Expert

Inilah 5 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Waspadalah!

Ada pendapat yang mengatakan bahwa serangan yang paling merugikan bukanlah WannCry, melainkan malware pengenkripsi lainnya (secara teknis adalah penghapus namun tidak mengubah dasarnya) yang disebut ExPetr, juga dikenal sebagai NotPetya.

Prinsip operasinya sama, menggunakan EternalBlue dan EternalRomance yang mengeksploitasi, worm yang begerak di Web. Kemudian meng-enkripsi segalanya di jalurnya. Meskipun lebih kecil dalam hal jumlah mesin yang terinfeksi, NotPetya menjadi epidemi malware yang “lebih mahal” karena menargetkan sektor bisnis dengan perkiraan kerugian mencapai 10 miliar dolar.

Sedangkan WannaCry, menurut berbagai perkiraan, menghasilkan kerugian pada kisaran US$4-8 Miliar. NotePetya dianggap sebagian serangan siber global paling mahal dalam sejarah. Mari berharap rekor tersebut tidak bertambah lagi.

Inilah 5 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Waspadalah!

3. DarkHotel

Inilah 5 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Waspadalah!

Bukan rahasia lagi bahwa jaringan Wi-Fi publik di kafe atau bandara bukanlah hal yang paling aman. Masih banyak yang percaya bahwa Wi-Fi hotel masih jauh lebih aman. Karena walaupun jaringan hotel masih bersifat publik, setidaknya diperlukan otorisasi untuk mengaksesnya.

Kesalahpahaman semacam itu telah merugikan banyak karyawan perusahaan berposisi tinggi. Saat terhubung ke jaringan hotel, mereka diminta untuk menginstal pembaruan yang terlihat sah pada perangkat lunak yang populer.

Baca Juga : Manfaat Fitur Dark Mode Bagi Pengguna Smartphone

Selanjutnya, perangkat akan langsung terinfeksi dengan spyware DarkHotel, secara khusus dilakukan penyerang ke jaringan beberapa hari sebelum kedatangan pengguna, dan dihapus beberapa hari setelahnya.

Spyware tersembunyi tersebut mencatat keystroke dan memungkinkan pelaku kejahatan siber untuk melakukan serangan phising yang ditargetkan.

4. Stuxnet

Inilah 5 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Waspadalah!

Mungkin malware paling terkenal dengan serangan yang kompleks dan mltifaset yang menonaktifkan sentrifugal pengayaan uranium di Iran. Memperlambat program nuklir di negara tersebut selama beberapa tahun. Stuxnet adalah yang paling pertama dibicarakan terkait penggunaan senjata siber terhadap sistem industri.

Pada saat itu, tidak ada yang bisa menandingi Stuxnet untuk kerumitan atau kelihaiannya yang dapat menyebarkan worm secara sembunyi melalui perangkat USB. Bahkan menembus komputer yang tidak terhubung ke internet atau jaringan lokal.

Inilah 5 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Waspadalah!

5. Mirai

Inilah 5 Malware Paling Berbahaya di Dunia, Waspadalah!

Keberadaan Botnet sudah terpantau sejak lama, tapi kemunculan Internet of Thins (IoT) memberikan kehidupan baru bagi Botnet. Perangkat yang sebelumnya tidak pernah diperhatikan keamanannya dan belum terpasang antivirus tiba-tiba mulai terinfeksi dalam skala besar.

Perangkat tersebut kemudian melacak perangkat lainnya dari jenis yang sama, dan segera menyebarkan penularan. Armada zombie ini dibangun diatas sebuah malware yang dinamai Mirai (diterjemahkan dari bahasa Jepang sebagai “masa depan”), yang terus tumbuh penyebarannya sembari menunggu intruksi.

Kemudian pada suatu hari, 21 Oktober 2016, pemilik Botnet raksasa memutuskan untuk menguji kemampuannya dengan memerintahkan jutaan perekam video digital, router, kamera IP dan peralatan pintar lainnya membanjiri penyedia layanan DNS Dyn. Dyn tidak bisa menahan serangan DDoS yang begitu besar. DNS, serta layanannya tidak dapat berjalan.

Layanan seperti PayPal, Twitter, Netflix, layanan online nagapoker, Playstation dan banyak lainnya di Amerika Serikat terkena dampaknya. Dyn akhirnya pulih, tapi skala serangan Mirai yang besar membuat dunia duduk dan berpikir tentang keamanan perangkat pintar.

Fenomena ini akhirnya membangunkan kesadaran semua orang akan keamanan siber. Serangan Mirai dimula dengan serangan pada jutaan perangkat pintar kecil (seperti kamera web dan mesin cuci) dan pada akhirnya dikenal sebagai “The Fall of The Internet”.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *