Ini Satu-Satunya Bagian Tubuh Yang Tidak Berubah Saat Berada Di Luar Angkasa

Ini Satu-Satunya Bagian Tubuh Yang Tidak Berubah Saat Berada Di Luar Angkasa

Ini Satu-Satunya Bagian Tubuh Yang Tidak Berubah Saat Berada Di Luar Angkasa – Berada di luar angkasa dapat menimbulkan efek aneh dan kadang berbahaya bagi tubuh. Untuk itu, kita perlu mengatasi masalah tersebut jika akan pergi ke Mars atau tempat jauh lainnya.

Penelitian sebelumnya menemukan ada beberapa organ tubuh yang berubah saat berada di luar angkasa. Namun kini para ahli telah mengungkap bahwa ada satu bagian yang tidak terpengaruh oleh mikrogravitasi, dan itu bagian dari sistem kekebalan tubuh kita.

Ini diketahui setelah ahli menganalisis sampel darah dari awak pesawat Stasiun Luar Angkasa (ISS). Mereka mengamati 23 astronot selama enam bulan – sebelum, selama, dan setelah mereka berada di ISS.

Dalam laporan yang terbit di Journal of Applied Physiology, ahli menemukan bahwa sistem kekebalan sel B pada awak yang beberapa bulan di ruang angkasa tidak berubah.

Sel B merupakan bagian dari sel darah putih yang bertugas memproduksi antobodi untuk melawan infeksi.

Baca juga: China Punya Misi Ruang Angkasa Menjelajah Bagian Belakang Bulan

Ini berita bagus, karena manusia harus melindungi diri dari bakteri dan virus selama di luar angkasa.

Ini juga menunjukkan bahwa vaksinasi efektif dalam ruang angkasa, meski masih ada banyak variable yang patut dipertimbangkan.

“Jarak tempuh orbital jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan stres psikilogis, paparan akut, dan kronis terhadap radiasi ruang angkasa. Perubahan yang disebabkan oleh mikrogravitasi diketahui merusak sistem kekebalan tubuh,” kata salah satu tim peneliti Guillaume Spielmann dari Louisiana State University (LSU).

Tak hanya di ruang angkasa, seperti kita tahu sistem kekebalan tubuh juga efektif bekerja di Bumi. Misalnya saat kita tidak cukup makan atau kurang tidur, kita jadi rentan terhadap penyakit3

Dilansir Science Alert, beberapa hari yang lalu, penelitin sebelumnya menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh bisa bingung di luar angkasa, terutama beberapa sel menjadi kurang aktif dan beberapa lainnya menjadi sangat aktif.

Baca juga: Kenapa Zona Pendaratan Wahana InSight NASA di Mars Berbentuk Lonjong?

Sebelum kita melalui perjalanan panjang menjelajah angkasa, ada baiknya kita tahu lebih banyak tentang potensi resikonya.

Dengan hadirnya temuan ini, kita tahu bagaimana sistem kekebalan tubuh bekerja di ruang angkasa.

“Ini adalah studi pertama yang secara komprehensif menunjukkan bahwa durasi jangka panjang ruang angkasa pada astronot memiliki efek terbatas pada frekuensi sel B dan produksi antibodi,” ujar salah satu ahli John Campbell dari University of Bath, Inggris.

Tim ahli berharap akan ada penelitian lebih lanjut yang melihat perjalanan panjang keluar dari atmosfer bumi sebagai bekal juka nanti kita menjelajah alam semesta.

Baca juga: Planet Beku Raksasa Mengorbit Bintang Barnard, Jaraknya Dekat dengan Bumi

Sekarang ada semakin banyak penelitian soal perjalanan ruang angkasa dan dampaknya pada kesehatan manusia.

Penelitian telah menunjukkan tubuh manusia akan kehilangan kepadatan tulang saat di ruang angkasa, resiko kanker meningkat (karena radiasi Matahari), dan lebih banyak cairan mengalir ke kepala (salah satu efek dari microgravity).

Semakin banyak yang kita tahu tentang sisitem kekebalan saat di ruang angkasa, semakin banyak cara yang bisa dilakukan untuk melindunginya.

Obat-obatan tambahan atau suplemen gizi telah disarankan sebagai cara menjaga astronot terhadap penyakit. Namun sekarang kita tahu sedikit lebih banyak tentang pertahanan alami tubuh di luar angkasa juga.

Author: drum

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *