Ini 4 Spesies Unik Baru Ditemukan Tahun Ini

Ini 4 Spesies Unik Baru Ditemukan Tahun Ini

Ini 4 Spesies Unik Baru Ditemukan Tahun Ini – Para ahli dari California Academy of Science dan Internasional telah menemukan 229 spesies flora dan fauna baru pada tahun ini.

Mulai dari katak, ular, kuda laut, dua tardigrada atau beruang air, tiga hiu, empat belut, tujuh laba-laba, 19 ikan (termasuk yang berwarna neon), 28 semut, 34 siput laut, hingga 120 tawon. Sementara itu, dari dunia flora ada tujuh tanaman berbunga, satu lumut hati, dan satu lumut yang baru.

Berikut adalah beberapa di antaranya yang paling unik.

1. Tawon ubah laba-laba jadi zombie

120 tawon yang ditemukan semuanya anggota genus Pison dan berasal dari Australia atau Papua Niugini. Salah satu kelompok tawon disebut memiliki siklus hidup yang suram.

Mereka adalah tawon Zatypota yang hidup di Ekuador. Tawon yang hidup secara berkoloni ini akan menyuntikkan racun ke laba-laba dan melumpuhkannya. Saat laba-laba sudah menjadi zombie, tawon akan menyeret laba-laba itu ke sarangnya dan menjadikannya tempat bertelur.

Baca juga: Terungkap, Penyebab Kepunahan Hewan Laut Terbesar Di Bumi

Laba-laba tetap hidup namun tidak bisa bergerak. Begitu telur menetas, larva yang baru lahir akan menempel di tubuh laba-laba. Untuk bertahan hidup, ia akan menghisap cairan mirip darah yang biasa ditemukan di hewan invertebrata, dari dalam tubuh laba-laba yang ditempelinya.

2. Kuda laut sebesar beras

Sementara kuda laut yang baru ditemukan disebut juga kuda laut babi Jepang dan ukurannya hanya sebesar beras.

Kuda laut ini memiliki warna aneh yang sangat mirip dengan terumbu karang tertutup alga.

Sama seperti beberapa kuda laut babi lainnya, spesies baru ini juga memiliki tonjolan seperti sayap di leher. Bedanya, mereka hanya memiliki sepasang tonjolan dan belum jelas diketahui fungsinya.

3. Ular karang hitam putih

Para ahli juga menemukan ular karang baru di sebuah pulau Filipina. Ular ini memiliki corak hitam putih dan kemungkinan berkaitan dengan spesies serupa dari wilayah tersebut.

Namun, kalau spesies ular lain memiliki ekor berwarna biru, reptil yang baru ditemukan ini ekornya berwarna oranye terang.

“Asal usull evolusi spesies ular berekor oranye ini masih jadi misteri,” kata Alan Leviton dalam sebuah pernyataan.

“Spesies ini mungkin sebenarnya tersebar luas berkebalikan dengan yang kita duga. Mungkin (ular) ini kerabat dekat dari spesies yang belum kita temukan, atau mungkin satu-satunya anggota yang masih hidup dari garis keturunan yang hilang atau, mungkin warna ekor oranye merupakan jenis baru dari (ular berekor) biru”.

4. Tanaman kecil di lembah curam Andes

Di antara semua tanaman baru yang ditemukan, Miconia rheophytica adalah yang menarik.

Tanaman ini hidup di celah lembah curam di Andes Kolombia, dekat sungai yang arusnya deras.

M. rheophytica disebut sudah terancam punah karena bendungan hidroelektrik yang sedang dicanangkan akan membanjiri habitatnya.

Baca juga: Makanan Pedas: Kenapa Masuknya Panas, Keluarnya Juga Panas?

“Para ahli biodiversitas memperkirakan jumlah spesies Bumi yang telah ditemukan kurang dari 10 persen,” kata Dr Shannon Bennett.

“Para ahli tanpa henti keluar masuk hutan yang dekat dengan pemukiman hingga ke lokasi terpencil, misalnya lokasi 500 meter di bawah permukaan laut,” imbunya.

“Setiap penemuan spesies memegang kunci penting dalam inovasi sains, teknologi, dan kehidupan masyarakat. Ini penting untuk memahami keragaman kehidupan yang membentuk ekosistem yang berkembang. Penemuan baru juga menyoroti peran kita dalam merawat Bumi,” tutup Bennett.

Author: drum

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *