Facebook Tuding Penyebar Spam Sebagai Dalang Peretasan

Facebook Tuding Penyebar Spam Sebagai Dalang Peretasan

Facebook Tuding Penyebar Spam Sebagai Dalang PeretasanFacebook menuding skandal kebocoran data yang belakangan ini terjadi sebagai tindakan penyebar spam.

Tudingan tersebut dikaitkan dengan kebocoran 30 juta data pengguna Facebook yang baru-baru ini terjadi. Hingga kini pihak facebook masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Facebook Tuding Penyebar Spam Sebagai Dalang Peretasan

Seorang sumber yang identitasnya dirahasiakan kepada Wall Street Journal. Ia mengatakan Facebook menenggarai penyebar spam sebagai dalangnya. Dan tak ada kaitannya dengan perbuatan suatu bangsa.

Baca Juga : Twitter Tandai Kicauan Yang Dihapus Karena Melanggar Aturan

Pelaku ditenggarai mencuri data untuk mengumpulkan uang melalui iklan dan tak berafiliasi denganberhubungan pada negara tertentu.

Investigasi internal meyakini orang-orang dibalik peretasan terakhir merupakan sekelompok penyebar spam di platform Facebook dan Instagram. Pelaku ditenggarai menampilkan diri mereka sebagai perusahaan pemasaran digital.

Sebelumnya pada Jum’at (12/10) lalu, Facebook mengungkap adanya pencurian token digital ke 30 juta akun. Peretas diketahui berhasil mengendalikan 400 ribu akun. Token digunakan untuk masuk ke akun Facebook tanpa perlu mengetikan kata sandi.

Facebook Tuding Penyebar Spam Sebagai Dalang Peretasan

Vice President of Product Management Facebook Guy Rosen. Dalam blog resmi perusahaan mengatakan pihaknya menemukan ada lonjakan aktifitas tak biasa pada 14 September lalu. Temuan tersebut mendorong perusahaan melakukan investigasi lebih lanjut.

Baca Juga : Intel dan ARM Kerja Sama Amankan Perangkat IoT

Pada 25 September lalu, Facebook menarik kesimpulan. Bahwa lonjakan aktivitas tersebut tak lain adalah upaya peretasan dan mengambil alih sejumlah akun. Perusahaan menyatakan komitmen untuk memperbaiki kerentanan tersebut.

“Kami bekerja sama dengan FBI untuk menyelidiki secara aktif. Kami diminta untuk tidak membahas tudingan mengenai dalang di balik serangan ini,” tulis Rosen seperti mengutip CNBC.

Dari 30 juta data yang berhasil diakses, Facebook mencatat 14 juta diantaranya berhasil mengakses informasi alamat tempat tinggal, status hubungan, agama, permainan bola, hingga history pencarian pada perangkat yang dipakai.

Sejumlah informasi personal seperti username, gender, bahasa yang digunakan, status hubungan, agama, kampung halaman. Kota kelahiran, tanggal lahir, perangkat yang digunakan untuk mengakses Facebook, latar belakang pendidikan. Pekerjaan, 10 tempat terakhir yang dikunjungi berdasarkan cek in, situs orang atau laman yang diikuti. Dan 15 pencarian terbaru disebut juga berhasil diakses oleh peretas.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *