Facebook Akui Butuh Lebih Banyak SDM Atasi Ujaran Kebencian

Facebook Akui Butuh Lebih Banyak SDM Atasi Ujaran Kebencian

Facebook Akui Butuh Lebih Banyak SDM Atasi Ujaran KebencianRaksasa media sosial Facebook menyebut timnya memerlukan lebih banyak orang lagi. Hal tersebut dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan konten ujaran kebencian.

Hal itu lantaran menurut pihak perusahaan, peranti lunak (software) pendeteksi mereka tak cukup efektif dalam menangani hal tersebut.

Facebook Akui Butuh Lebih Banyak SDM Atasi Ujaran Kebencian

Global Head of Safety Facebook, Antigone Davis mengungkapkan hal tersebut. Menurutnya, facebook memerlukan lebih banyak sumber daya manusia untuk mendukung upaya mereka melindungi platformnya dari ujaran kebencian.

“Saat berbicara mengenai ujaran kebencian, terdapat banyak konteks terkait bagaimana memahami istilah yang digunakan oleh seseorang. Atau bagaimana seseorang menggunakan istilah tersebut”. ungkapnya. “Saya pikir kami membutuhkan keterlibatan manusia dalam hal ini”.

Baca Juga: Teleskop NASA Temukan Dua Planet Baru di Luar Angkasa

Dalam sebuah laporan transparan yang belum lama ini dirilis. Facebook melaporkan bahwa software mereka berhasil menemukan 99,7 persen konten spam dan 99,6 persen konten propaganda terorisme. Bahkan sebelum konten-konten itu ditandai oleh pengguna.

Namun, algoritma tersebut hanya berhasil menemukan 38 persen konten ujaran kebencian. Yang bahkan bisa diakses dengan mudah oleh semua pengguna melalui kolom pencarian.

Facebook Akui Butuh Lebih Banyak SDM Atasi Ujaran Kebencian

Dalam pencariannya telah menemukan sebuah laman di Facebook yang berisi konten “Ritual Pembunuhan Yahudi”. Walau sudah kerap kali menerima protes dari kelompok-kelompok Yahudi pembela hak asasi manusia. Facebook membiarkan laman itu selama bertahun-tahun hingga akhirnya dihapus pada tahun ini.

Meski demikian, Davis enggan menyebut bahwa Facebook mengalami kesulitan dalam memaksimalkan teknologi yang mereka miliki untuk mengatasi masalah ujaran kebencian.

“Saya tidak menyebut bahwa kami kesulitan. Saya mengatakan, kinerja teknologi software tersebut dalam menangani ujaran kebencian tidak sama efektifnya dengan saat menangani konten-konten lainnya” ujarnya.

Oleh sebab itu, Facebook berjanji akan menambah jumlah orang yang bekerja sebagai moderator konten di platformnya sebanyak dua kali lipat. Dari 10 ribu orang menjadi 20 ribu orang.

Oleh karen itu Facebook akui butuh lebih banyak SDM atasi ujaran kebencian. Dimana hal ini menjadi sebuah masalah yang cukup serius yang dihadapi pihak Facebook.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *