Bagaimana Persaingan Manusia Dan Robot Mencari Kerja Di Masa Depan?

Bagaimana Persaingan Manusia Dan Robot Mencari Kerja Di Masa Depan?

Bagaimana Persaingan Manusia Dan Robot Mencari Kerja Di Masa Depan? – Banyak lapangan kerja yang ada saat ini mungkin saja tidak ada pada 10 tahun lalu. Namun, sepuluh tahun dari sekarang, serbuan teknologi kemungkinan akan menggantikan banyak lapangan kerja yang ada hari ini.

Jennail Chavez, 25 tahun, mengatakan krisis paruh baya yang membawanya ke ruang kerja yang bising di mana suara palu bertalu-talu dan suara gergaji mengitarinya. Dia bekerja di sebuah gudang dan ingin melakukan sesuatu yang memberinya kepuasan.

Dia menemukan jawabannya kembali di sekolah. Setelah menyelesaikan program dua tahun di Los Angeles Trade Technical College, Chavez berencana ingin menjadi seorang kontraktor umum.

Sebagai seorang yang suka berkerja menggunakan tangannya, memilih karier profesi yang didominasi pria sama sekali tidak mengganggunya.

Baca juga: Fakta Unik Tentang Robot Pintar, Menuju Dunia Jauh Lebih Modern

“Saya butuh ketrampilan yang sesuai dengan kepribadian saya dan saya pikir mengapa tidak mencoba profesi di bidang konstruksi,” ujar Chavez.

Meski begitu, Chaves sadar apa yang dia pelajari saat ini mungkin tidak lama lagi akan digantikan oleh mesin.

“Saya sebenarnya pernah menyaksikan mesin cetak 3 Dimensi yang mampu membangun rumah, dan saya berkata pada diri sendiri ‘tidak, saya berkecimbung dalam industri yang bergerak dalam pembangunan rumah. Apa yang akan saya lakukan (di masa datang)?’,” imbuhnya.

Keterampilan Baru

Benar, bisa saja 10 tahun mendatang, kita tidak hanya bersaing dengan sesama manusia dalam mendapatkan pekerjaan tapi juga dengan mesin. Untuk itu, Laurence Frank, rektor Los Angeles Trade Technical College menyebut diperlukan keterampilan baru.

“Mempelajari keterampilan baru adalah bagian penting dari ekonomi saat ini,” ujar Frank.

Frank mengatakan, para pekerja harus senantiasa mempelajari ketrampilan baru untuk dapat mengikuti kemajuan teknologi.

Hal ini juga disadari oleh Jacob Portillo, pemuda yang baru saja lulus program pelatihan. Portillo menyadari bahwa ada kebutuhan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Baru-baru ini Portillo lulus dari program yang memberinya pelatihan untuk menangani truk-truk diesel. Tapi sekarang, dia harus sudah mampu untuk beradaptasi pada perubagan sistem pengereman.

“Setiap tahun berlalu akan ada perubahan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang baru. Tetap terus belajar dan berubah menyesuaikan dengan perubahan di lapangan pekerjaan,” ujar Protillo.

Pekerjaan yang Mungkin Tak Tergantikan

Meski mungkin di masa mendatang kita harus bersaing dengan robot, tapi masih ada lapangan kerja yang akan sulit digantikan oleh robot. Salah satunya adalah pekerjaan yang membutuhkan pemikiran kritis.

“Tukang ledeng, orang yang bekerja sebagai tukang listrik, di mana selalu ada tantangan untuk memecahkan masalah, dan tuntutan pemecahan masalah pekerjaan-pekerjaan itu lumayan tidak tergantikan,” ujar Frank.

Soft skills seperti ketrampilan berkomunikasi, manajemen waktu, dan bekerja dalam tim juga akan membantu para pekerja untuk tetap mendapatkan lapangan kerja di masa yang akan datang.

“Jadi, apakah kita mengajarkan orang untuk menjadi komunikator yang baik? Apakah kita mengajarkan orang untuk mampu bekerja dalam tim? Di tingkat sekunder atau pasca sekunder? Apakah kita mengajarkan orang untuk mengkombinasikan berbagai hal dan menganalisis? ujar Jane Oates, ketua umum Working Nation, sebuah kampanye untuk membantu pekerja Amerika mempersiapkan lapangan kerja di masa yang akan datang.

Baca juga: Makin Canggih 7 Robot Ini Bakalan Bantuin Kamu Membereskan Rumah

Oates mengatakan banyak SMA dan universitas di AS yang tidak mengikuti perkembangan teknologi dan mempersiapkan siswa-siswanya.

“Mereka mengajarkan hal-hal yang sudah ketinggalan zaman karena hal-hal itu yang diajarkan oleh para profesor,” ujar Oates.

Dia seraya menyarankan sekolah untuk mempekerjakan staf pengajar dengan latar belakang industri dan mengembangkan program magang bersama para profesional di bidang industri.

“Di abad ke-21, anda tidak akan pernah berhenti belajar dan beradaptasi serta membayangkan bagaimana anda dapat menjadi bagian dari paradigma baru,” ujar Oates.

Ini juga disadari oleh Chaves. Setelah lulus dari sekolah kejuruan, dia berencana untuk bekerja beberapa tahun sebelum kembali ke sekolah untuk belajar menangani kelistrikan dan tenaga surya.

Author: drum

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *