7 Game Ini Banyak Yang Tak Tahu Jika Diadaptasi Dari Buku

7 Game Ini Banyak Yang Tak Tahu Jika Diadaptasi Dari Buku

7 Game Ini Banyak Yang Tak Tahu Jika Diadaptasi Dari Buku – Video mengambil inspirasi dari banyak hal, termasuk buku atau novel. Meskipun ini tidak sering terjadi, tidak dapat disangkal bahwa beberapa game berhutang kesuksesan, terhadap sejumlah buku yang telah memiliki popularitas dan banyak penggemar. Tidak semua game adaptasi buku, menggunakan karakter, latar atau plot yang sama.

Beberapa di antaranya justru hanya mengambil lore atau cerita latar belakangnya, untuk kemudian dimasukkan ke dalam narasi yang baru dan tidak ada di buku. Berikut KalengDrum telah rangkum ulasan mengenai 7 game yang tidak diketahui banyak gamers diadaptasi dari buku.

1. Enslaved: Odyssey To The West

Secara umum, Enslaved: Odyssey To The West diadaptasi dari novel Cina abad ke-16 berjudul Journey To The West. Meski dapat dipahami bahwa teknologi yang ada di dalamnya merupakan hasil kreasi developernya sendiri. Game ini dirilis pada tahun 2010 dan menampilkan beberapa karakter dari bukunya seperti Monkey (Sun Wukong) dan Pigsy (Zhu Bajie).

Di samping itu, gamenya juga membawa lebih banyak pertempuran dan teka-teki dibanding bukunya, yang mana itu sangat menarik. Enslaved menjadi salah satu contoh dari kesuksesan developer dalam mentranslasikan buku ke dalam bentuk video game.

2. Assassin’s Creed

Kematian beberapa tokoh dunia di tangan para Assassin di seri game Assassin’s Creed mungkin memang fiksi. Namun, ide awal dari seri yang melambungkan nama Ubisoft ini, nyatanya berasal dari seorang penulis bernama Vladimir Bartol.

Melalui bukunya yang berjudul Alamut, yang dirilis pada tahun 1938, Bartol menceritakan tentang seorang pria dari abad ke-11 yang menemukan sebuah ‘kebenaran’ di balik kekuatan kepercayaan. Itu merupakan plot dasar dari Assassin’s Creed pertama, dengan Altair dianggap sebagai representasi pria abad ke-11 dari buku Alamut itu.

3. Bioshock

Ide besar yang dimiliki oleh Ayn Rad ketika menulis Atlas Shrugged, rupanya menggugah minat 2K untuk mengadaptasikan ke dalam seri video game bernama Bioshock. Pada Atlas, Rand membawa filosofi objektivisme, yang berpegang teguh pada pemikiran bahwa masyarakat dapat berkembang dalam kondisi yang ‘egois’.

Baca juga: 7 Developer Game Kesayangan Gamers Ini Dirusak Oleh Publisher

Dalam kata lain, setiap orang harus menjaga dan memerintah dirinya sendiri, tanpa ada campur tangan negara. Ini juga merupakan salah satu hal yang paling sering didengungkan di setiap judul Bioshock dan menjadi salah satu faktor atau alasan mengapa Bioshock selalu tampak menarik.

4. Dynasty Warriors

Dynasty Warrior diadaptasi dari novel Cina abad ke-14 berjudul Romance Of The Three Kingdoms, yang juga memiliki game sendiri di tahun 80-an. Sementara game asli Romance Of The Three Kingdoms mengusung mekanisme turn-based tactical strategy, Dynasty Warrior memilih untuk lebih gila lagi dengan menggunakan mekanisme hack and slash.

Pada awal permainan, pemain akan disuruh untuk memilih di antara Three Kingdoms atau Tiga Kerajaan seperti Dinasti Wu, Shu dan Wei, untuk kemudian akan pemain wakili. Di judul-judul yang lebih baru, Dynasty Warrior menawarkan latar belakang dan karakter yang lebih beragam.

5. S.T.A.L.K.E.R

S.T.A.L.K.E.R mengambil beberapa plot utama dari novel Roadside Picnic karya Arkady dan Boris Strugatski, sementara judulnya, didasarkan pada film adaptasi novelnya yang berjudul Stalker. Game pertama S.T.A.L.K.E.R yaitu Shadow Of Chernobyl, menjadi yang paling mirip dengan Roadside Picnic.

Baca juga: 4 Game Online Keren Ini Sekarang Kurang Diminati, Kenapa Ya?

Di mana keduanya sama-sama menceritakan tentang kejadian menyeramkan di Uni Soviet. Yang menarik, beberapa anggota dari tim developer yang menggarap S.T.A.L.K.E.R, memutuskan untuk mendirikan studio sendiri dan membuat game adaptasi novel Soviet lain yaitu Metro.

6. Spec Ops: The Line

Sama seperti film legendaris Apocalypse Now karya Francis Ford Copolla, Spec Ops: The Line yang sangat kontroversial, juga mengambil inspirasi dari novel Joseph Conrad berjudul Heart Of Darkness. Spec Ops: The Line berlatar belakang di Timur Tengah dan sama seperti buku yang diadaptasinya.

Menceritakan tentang kegilaan perang, manusia dan bagaimana kombinasi keduanya dapat menciptakan sesuatu beuruk yang tidak dapat dibayangkan. Meski bertema militer, Spec Ops: The Line terbilang cukup ‘dark’, dengan penggambaran medan perang yang mengerikan dan hilangnya ideologi setelah peluru demi peluru mulai dimuntahkan.

7. Bloodborne

Tidak dapat diragukan lagi apabila nilai estetika Bloodborne, mengambil banyak inspirasi dari buku-buku H.P Lovecraft. Setiap karakter atau musuh yang dihadirkan, semuanya hampir memiliki ‘sidik jari’ dari karya-karya Lovecraft dan sangat jelas bahwa ia memberikan suntikan pengaruh besar terhadap desain dunia maupun karakter di Bloodborne.

Benar memang, jika banyak game yang dikemas dengan tema serupa, namun Bloodborne jauh lebih rapi dan masif dalam mengemas tema itu. Terlepas dari itu semua, Bloodborne memang merupakan salah satu game eksklusif PS4 terbaik yang wajib dimainkan.

Author: drum

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *