7 Game Horor Underrated Yang Harus Anda Coba Mainkan

7 Game Horor Yang Harus Anda Coba Mainkan

7 Game Horor Underrated Yang Harus Anda Coba Mainkan – Daya tarik game horor selalu sulit untuk diabaikan. Tapi sayangnya hanya sedikit yang mampu menebus eksposur viral. Sehingga kita sebagai gamer seringkali melewatkan beberapa di antaranya begitu saja. Dalam satu dekade terakhir, ada banyak game horor tak dikenal, yang sebenarnya luar biasa menyeramkan.

Namun sayangnya berbagai game tersebut diabaikan begitu saja dan berakhir sebagai game underrated yang terkubur oleh banyak game horor besar lain. Seperti Resident Evil dan Amnesia. Mulai dari horor adaptasi novel karya H.P Lovecraft hingga yang bertema dystopia masa dengan. Berikut 7 game horor underrated yang wajib anda coba mainkan.

1. Layers Of Fear

Pada Layers Of Fear, pemain mengendalikan seorang pelukis dengan gangguan psikologis yang berusaha untuk menyelesaikan ‘karyanya’. Sembari mengungkap rahasia mengerikan di rumah masa lalunya.

Game yang dikembangkan oleh Tema Bloober ini, tidak menggunakan mekanisme gameplay sebagai sumber ketakutan, melainkan menyampaikan ‘mimpi buruk’ tersebut lewat dunia yang diusung. Rumah yang dijadikan dunia utama  Layers Of Fear dibuat hidup, dengan aturan realitas yang tidak berlaku. Di mana lukisan-lukisan di dinding bisa mendadak hidup dan sesekali mengejutkan pemain.

2. SOMA

Kegerian SOMA ditampilkan lewat fakta bahwa pemain terjebak di sebuah fasilitas bawah air misterius. Di mana hanya ada robot pembunuh dan monster yang hidup di sana. Lebih gilanya lagi, SOMA tidak membekali pemain dengan kemampuan untuk melakukan serangan, sehingga berlari dan bersembunyi jadi satu-satunya opsi untuk bertahan hidup.

Baca juga: Game Dilan 1991 Yang Lagi Ramai Dimainkan, Dijamin Bikin Baper!

Kombinasikan hal tersebut dengan latar klaustrofobik dasar laut, atmosfer yang mencekam dan filosofi yang mendalam tentang apa artinya menjadi seorang manusia. Maka SOMA menjadi paket lengkap yang sulit ditemukan di game horor manapun.

3. Detention

Dikembangkan oleh Red Candle Games, Detention menggabungkan mekanisme side-scrolling bersama dengan horor slow-burn yang intimidatif secara perlahan. Game ini bercerita mengenai dua siswa yang harus bertahan di sebuah sekolah, setelah badai besar ‘melarang’ mereka untuk keluar dari situ.

Tidak hanya berhasil mengkreasikan atmosfer yang membuat pemain merasa tidak nyaman. Detention juga dihadiahi dengan scoring yang sangat memilukan. Dalam kasus Detention, kekejaman nasib dan ikatan dari dua karakter yang saling peduli. Menghasilkan sebiah pengalaman gelap yang menyakitkan.

4. Siren: Blood Curse

Hanuda merupakan nama desa tempat Siren: Blood Curse berlangsung. Di mana karakter pemain yang bernama Howard Wright tertarik untuk mengunjungi tempat itu, setelah mendapatkan sebuah e-mail misterius. Dalam prosesnya, Howard menemukan fakta bahwa segerombolan zombie cerdas yang dijuluki Shibito, mendiami desa tersebut.

Sebagai bagian dari caranya bertahan hidup, Howard dibekali dengan kemampuan bernama Sight Jack. Ia mampu memanfaatkan mata Shibito untuk melihat dunia di sekitarnya dan memanfaatkan itu untuk mencari rute terbaik agar bisa kabur.

5. Observer

Observer menggunakan tema dystopia masa depan, di mana pemain mengendalikan seorang polisi sekaligus detektif bernama Daniel Lazarski. Yang menegakkan hukum lewat cara mengerikan, yaitu dengan meretas pikiran dari para tersangka lewat alat bernama Dream Eater.

Baca juga: 7 Game Petualangan Paling Populer Di Android Saat Ini

Sisi horor dari game ini dikemas dalam bentuk psikologis, yang tidak hanya mampu menyampaikan kegelisahaan ekstrim secara eksplisit saja. Namun juga teror nyata yang sangat menegangkan. Apresiasi patut diberikan kepada Team Blooder selaku developer yang berhasil menciptakan scoring dan atmosfer yang super mencekam.

6. Call Of Cthulu: Dark Corners Of The Earth

Diadaptasi dari novel karya H.P Lovecraft, Call Of Cthulu: Dark Corners Of The Earth bercerita mengenai detektif swasta bernama Jack Walters yang ditugaskan untuk kasus orang hilang di kota misterius bernama Inssmouth. Game ini membuat pemain seakan menjadi korban, alih-alih sebagai pahlawan.

Jack pun juga tidak dipersenjatai secara khusus, sehingga ia berakhir sebagai orang biasa di kota yang dihuni oleh banyak masyarakat haus darah. Perasaan terisolasi dibangun dengan sangat baik di sepanjang permainan, dengan kengerian intens yang perlahan tapi pasti, makin memburuk.

7. Anatomy

Anatomy menggambarkan dirinya sebagai sebuah game horor dengan esensi walking-simulator di mana pemain, ‘ditampar’ dengan kegerian yang solid dan kegelisahan psikologis yang tidak bisa dibilang jarang. Yang menarik dari Anatomy adalah fakta bahwa ‘ia’ tidak memiliki musuh apapun.

Tidak ada sekuens kejar-kejaran yang menegangkan atau jump-scare yang mengagetkan. Secara luas, pemain hanya diharuskan untuk hidup di sebuah rumah mengerikan yang juga ‘hidup’. Dinding dan lorongnya perlahan berubah menjadi surealis seakan menegaskan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

Author: drum

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *