4 Hal yang Membuat Indonesia Mengalami Hari Tanpa Bayangan

4 Hal yang Membuat Indonesia Mengalami Hari Tanpa Bayangan

4 Hal yang Membuat Indonesia Mengalami Hari Tanpa Bayangan – Hari Tanpa Bayangan kembali terjadi di Jakarta dan Serang pada hari kemarin di siang hari, Selasa (9/10/2018). Terjadinya fenomena alam ini dipastikan oleh LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). Meereka mengatakan bahwa, fenomena ini setidaknya terjadi dua kali dalam satu tahun di Indonesia yaitu pada bulan September – Oktober dan Maret – April.

Rhorom Priyatikanto, peneliti sains antariksa LAPAN, dalam keterangan mengatakan bahwa selain Serang dan Jakarta. Daerah-daerah lain yang berada di posisi -6 derajat Lintang Selatan juga akan mengalami Hari Tanpa Bayangan. Ia juga menambahkan bahwa posisi matahari hari ini tepat berada di atas kepala fenomena tersebut berlangsung selama sekitar 10 menit setelah waktu zuhur.

Peristiwa alam seperti ini biasanya hanya dapat disaksikan oleh seseorang yang posisinya tepat berada di Garis Khatulistiwa.

Garis Khatulistiwa (ekuator) merupakan garis imajiner yang mengelilingi Bumi dan membagi planet menjadi 2 bagian, yaitu belahan bumi Selatan dan belahan bumi Utara.

Setiap daerah lokasi disepanjang garis khatulistiwa berjarak sama jauhnya dari Kutub Utara dan Kutub Selatan. Karena garis lintang ekuator adalah 0 derajat, maka matahari akan berada tepat di atas kepala pada tengah hari disaat ekuinoks, sehingga bayangan akan “hilang”.

4 HAL YANG MEMBUAT INDONESIA MENGALAMI HARI TANPA BAYANGAN

4 Hal yang Membuat Indonesia Mengalami Hari Tanpa Bayangan

Menurut eden.uktv.co.uk, Garis Khatulistiwa membentang 24.901 mil (40.075 kilometer) diseluruh dunia. Garis ini melintasi wilayah di 14 negara, termasuk Indonesia. Lalu apa saja yang perlu diketahui mengenai Garis Khatulistiwa? Berikut ini 4 hal diantaranya:

  • Gravitasi Lebih Rendah di Garis Khatulistiwa

Bumi berputar cukup cepat, jadi gaya sentrifugal yang lebih besar di Khatulistiwa ini memperlemah tarikan gravitasi (intensitas turun dari 9,8 m/d2 menjadi 9,78 m/dtk). Itulah sebabnya, situs peluncuran roket pada umumnya terletak didekat ekuator.

  • 14 Negara yang Dilintasi Garis Khatulistiwa

Bagian bumi yang dilewati oleh Garis Khatulistiwa ini kebanyakan adalah samudra. Samudra Atlantik (Teluk Geuinea, Samura Hindia (melewati antara Huvadhu Atoll dan Fuvahmulah di Maladewa), Samudra Pasifik (melewati 570m di utara Pulau Waigeo-Indonesia, melewati 13 km di selatan Aranuka Atoll-Kiribati dan melewati 21 km di selatan Pulau Baker-Amerika Serikat).

  • Lintang dan Bujur

Khatulistiwa merupakan salah satu dari 5 garis lintang yang membantu menyediakan lokasi relatif pada atlas. 4 Lainnya termasuk Lingkar Arktik, Lingkar Antartika, Tropik Cancer dan Tropik Capricorn. Karena bumi berbentuk “menonjol” di tengah, maka garis khatulistiwa secara signifikan berukuran lebih panjang daripada garis lintang lainnya.

  • Suhu Ekstrim di Khatulistiwa

Sebagian besar negara yang terletak di sepanjang Khatulistiwa ini mengalami peningkatan suhu yang lebih hangat sepanjang tahun, daripada wilayah lain di dunia yang memiliki ketinggian sama. Itu dikarenakan ekposur khatulistiwa yang menggembung lebih mendekatkan wilayah yang dilintasinya dengan paparan sinar matahari. Akibatnya, negara-negara yang terletak di sepanjang Khatulistiwa ini memiliki banyak hutan hujan – terkonsentasi di Kongo, Brasil dan Indonesia.

 

BACA JUGA: 3 Ulah Manusia yang Bisa Menyebabkan Terjadinya Gempa Bumi

Author: adminong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *