3 Macam Stereotip Yang Sering Dirasakan Anak Teknik Mesin

3 Macam Stereotip Yang Sering Dirasakan Anak Teknik Mesin

3 Macam Stereotip Yang Sering Dirasakan Anak Teknik Mesin – Memilih untuk kuliah teknik mesin bukanlah perkara mudah. Pemandangan savana menjadi tontonan sehari-hari. Ditambah kelas praktikum yang tentu megharuskan menggali tabungan lebih untuk menyelesaikan tugas.

Selain itu, stereotip yang menyelimuti anak teknik mesin juga menjadi cobaan tersendiri. Mulai dari mengerti segala hal tentang motor hingga anak-anaknya yang terkenal urakan. Alangkah baiknya kita mengetahui bagaimana stereotip anak teknik mesin agar tidak terjadi salah paham di kemudian hari.

1. Orang awam menyangka anak teknik mesin ngerti pretelan mesin

Gampangnya adalah masyarakat selalu menganggap anak teknik mesin selalu ngerti otomotif. Saya harus mengatakan bahwa tidak semua anak teknik mesin ngerti otomotif. Ini sama saja dengan menganggap anak teknik informatika ngerti harga perangkat komputer.

Ilmu teknik mesin sangat beragam. Dalam teknik mesin tidak hanya belajar tentang permesinan. Teknik mesin juga belajar tentang perpindahan kalor, mekanika, fluida hingga termodinamika. Walau begitu untuk orang yang hobi otomotif juga bisa menajamkan hobinya.

Baca juga: 7 Kampus Ini Tawarkan Prodi Pendidikan Teknik Otomotif

Setiap universitas yang mempunyai jurusan teknik mesin selalu ada klub otomotif, tim mobil hemat energi dan mobil hemat listrik. Jadi mereka yang hobi otomotif memiliki ruang untuk belajar dan mengaplikasikan apa yang didapat dari perkuliahan.

Yang harus diketahui adalah hanya beberapa saja anak teknik mesin yang mau nyemplung dalam dunia otomotif.

2. Luarnya preman, dalamnya sayang mama

Kamu mungkin kaget melihat temanmu yang kuliah di teknik mesin mulai mengubah penampilannya. Rambut gondrong, kumis dan brewok gak dicukur, masuk kampus beralas sandal jepit. Bagi mereka itu wajar. Karena teman-teman mereka juga melakukan hal yang sama.

Untuk orang awam yang melihat, seakan mereka berkiblat gaya hidup premanisme. Di mana seseorang bisa bertindak sebebas-bebasnya tanpa memikirkan orang lain. Omongan pasar dan kebun binatang sudah menjadi kosakata sehari-hari mereka.

Percayalah bahwa mereka sebenarnya hanya bungkusnya aja yang preman. Hatinya tetap sayang mama. Karena anak teknik mesin juga bisa baper. Diomelin dosen karena laporan gak lengkap, baper. Ditolak cewek, baper hingga ketemu mantan pun masih bisa baper.

3. Obrolan gak jauh-jauh dari cewek dan selangkangan

Jika mau ditelaah, teknik mesin krisis perempuan. Dalam satu angkatan, cewek masih bisa dihitung jari. Lantaran dalam kuliah didominasi oleh laki-laki. Tak jarang obrolan dari dosen ke mahasiswa atau sebaliknya selalu diselip berbau cewek dan selangkangan. Saya sendiri juga mengalaminya.

Baca juga: Pakai Vespa Ber-BBM Sampah Plastik, Pria Ini Siap Jelajahi Jawa-Bali

Bagi yang belum mengetahui, mungkin dianggap anak teknik mesin senang ngomongin cewek dan selangkangan setiap saat. Percayalah, mereka juga masih mengenal tata krama.

Topik cewek dan selangkangan hanya mereka pakai untuk orang yang dekat dengan mereka saja. Area khusus teman sendiri. Di luar itu, mereka juga bisa diajak ngobrol tenang apa saja. Mulai dari berbau politik sampai dengan fenomena viral media sosial juga bisa.

Nah, kamu yang anak teknik pasti udah tahu dong sama stereotip di atas.

Author: drum

Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *